Baiklah perempuan lazuardi, kan kujawab senandikamu dengan tetes-tetes embun terakhir pagi hari. Tepat sebelum matahari menggeliat bangkit, menyebarkan kehangatan ke delapan penjuru angin.
Sepuluh fakta tentang saya.
1. Selalu menyimpan baik memoribilia remeh-temeh yang mempunyai memori khusus. Entah sudah berapa memory boxes yang terisi penuh oleh surat-surat (cinta), karcis menonton konser dan bioskop, tiket kereta api dan bus yang disimpan ketika berkeliling pulau Jawa hingga menjelajah dataran Eropa, pas foto dan kartu pos, serta buah tangan dari teman-teman yang hampir terlupa.
Memory boxes are kind of like diaries. You put things in them. Things that means something to you. Going thorugh my memory boxes, I realized I have done a lot in my life. It makes me want to do more..
Sedikit sentimentil? Mungkin..
2. Pernah membeli sebuah perahu kecil untuk menjelajahi sungai-sungai di pedalaman Sumatera, namun hanya sempat memakainya sekali. Perahu itu, Juntagara, hingga kini masih tertambat di rumah seorang kawan.
3. Dulu selalu menggunakan kata “Entschuldigung” untuk mencontohkan bagaimana mengeja nama saya dengan benar. Namun tetap dipanggil “Mr. Magoo” oleh seorang teman asal Mexico, Adrian. Fiuh!
4. Suatu saat ingin tinggal di lantai 38 sebuah apartemen tinggi di jantung kota metropolis, dengan jendela-jendela besar menghadap ke jalan arteri yang dipadati oleh taksi berwarna kuning; sebuah flat minimalis yang hangat di Rue de Rivoli, Paris, yang hanya berjarak sepelemparan batu dari Musée du Louvre; dan tentu saja, rumah mungil yang nyaman dan hijau di bagian utara Yogyakarta.
5. Nyaris membakar rumah ketika pertama kali bermain korek api pada umur 5 tahun.
6. Hampir meregang nyawa ketika berusaha mencari windmolen untuk dijepret, sebagai kejutan ulang tahun untuk perempuan musim semi itu. Berjalan ke barat menembus malam yang beku, bersama seorang negro pengedar mariyuana berkaki pincang.. Hanya satu yang terisa di saku baju: harapan.
7. Pernah tidur di ruang mesin bawah tanah di sebuah stasiun, gara-gara salah melihat jadwal transit kereta api.
8. Memilih diam di antara orang-orang yang berbicara terlalu banyak.
9. Selalu membutuhkan waktu lama untuk memilih barang yang akan dibeli, karena terlalu banyak kriteria dan pertimbangan. Seringkali membuat orang yang menemani jadi kesal. Namun sekali membeli, barang yang dipilih pasti akan digunakan dan disimpan hingga benar-benar tak bisa dipakai lagi..
10. Selalu merasakan keheningan yang hangat ketika melihat kembali gambar ini:

Fakta di atas bisa bener, bisa juga ndak. Dan bahwa sampean ndak percaya, itu urusan sampean, bukan urusan saya
Suksesor estafet ini (mungkin) akan saya tentukan kemudian
waaah, iki luwih marai iri.
humm, karena sudah baca blog ‘perempuan musim semi’ duluan, cuma tau kalo dirilui pernah kul di luar.
ga mau komen lagi ah, bikin pengen.
fotonya juga *aaah, aku gampang trenyuh*
wah… pengembara nih mas jogja…
salam kenal…
@dyra: lhaa, kok ngga mau komen lagi? huhu
iya dyr, fotonya bagus ya. itu diambil hampir tengah malam, di suatu dermaga.. mereka jalan bergandengan tangan, trus duduk istirahat sambil ngeliat ke pantai.
mungkin membicarakan hal-hal sederhana tanpa kata-kata, tentang masa lalu, tentang kapal yang berlabuh dan angkat sauh, atau sekedar menikmati keheningan yang menghangatkan..
ah, biarkan itu menjadi rahasia mereka dan sang angin.. *terharu*
@flowflow: salam kenaal, flow!
I really..really.. love the photo..
Entshculdigung artinya apa, Pak?
Wah, ternyata dirimu menyimpan impian yang sama dengan si gadis lazuardi (tadi pagi dia menelepon saya dengan gembira, tahu bahwa untuk negara non-francophone ada tambahan belajar bahasa selama setahun)
Cerita yang menarik (mau versi lengkapnya..!
). Bertambah seorang lagi teman yang jiwanya terbuat dari materi yang sama: serbuk bintang, kabut, tanah basah… ^^
nyaris membakar rumah kerna bermain korek?Teja,awasin agung deh!hahahahaha!!
@teja: iyaa, glad to hear that
@chang’e: Entshculdigung artinya maaf atau nuwun sewu, mbakyu (sekarang jadi manggil “pak” ya? tsk..tskk..)
Oya? i m sure that she wants to be a citizen of earth, does’nt she? We know she can
hmm, versi lengkapnya.. tunggu tanggal mainnya ya, bu
kad hari lebaranku masih tersimpan lagi gung?
@nami: iya doong, kartu darimu aku tempelkan di plakat dinding, “hall of fame”
dapat PR juga ya mas
… kemarin2 aku daikasih PR 2 x …. 2 2 nya dgn halus kutolak
@mbak ely: iya nih, waktu pertama mau ngerjain memang susah. akhirnya malah keasyikan, seru juga lhoo.. Mau dikasih pe er yang ketiga kali, mbak? saya rela kok.. huihihi
hwarakadahh..
jago skali panjenengan sekarang melukis kata dan berhiperbolasi..mbak ya sahaya diajarin..hohohohoho.
memilih diam??yang bener aja!!!??ada juga tukang ngecengin orang..hahahaha
Wah. Berat² .. ndak mampuw mikul’nya
Woowww…
Begitu ya??
Gw juga suka nyimpen benda2 aneh waktu kecil.. apalagi pas travelling.
1. Pernah bawa tutup botol minuman softdrink di suatu daerah yang jauh.. karena ngira itu unik dan ngga ada di tempat lain..
2. Pernah bawa pulang air asli dari danau Sarangan
3. Pernah digigit anjing 10 kali dalam kurun waktu satu tahun
4. Belum pernah tidur di stasiun sih.. tapi.. boleh dibilang udah pernah make semua toilet di semua stasiun yang pernah dikunjungin
setuju sama yang di foto..heheh..
emmm…yang fakta cuma no. 5,hahahahaha*saksi hidup tragedi beberapa tahun yang lalu :p*
oya,jangan lupa hampir dibacok petani pasir di bendungan belakang, disuruh jaga adek2nya malah dibawa maen gak jelas,huuuuuuu,,,:0
apidd:
ah, sahaya ini ndak ada apa-apanya dibandingkan njenengan, juragan
ngecengin orang? bukan..oh, bukan. sahaya menyebutnya “penyampaian ide konstruktif”
tunjungs:
ayo semangaat, bu guruu! sedikit lagi! (bukannya bantuin)
uhmm.. emg mikul apa sih, bu?
raditya irfan:
Waah, ternyata paklik punya banyak fakta seru.
Gimana kalo sampean saya tag untuk melanjutkan estafet ini?
yessy muchtar:
iya kan, mbak. pingin seperti itu juga?
rocky:
Hoalahh, kalo itu masuk kategory “top secret”! haha
ikutaan donk..lam kenal