Aku. Kamu.

Sekarang, apalagi yang coba kamu buktikan? Aku dan kamu adalah entitas yang sama sekali berbeda. Aku dan kamu, menghasilkan silogisme tak sempurna. Kita adalah paradoks.

Tunggu, “kita”? Tidak, tidak…

“Kita” adalah gagasan yang rumit. Mungkin aku dan kamu pernah satu, tapi tak lantas menjadi “kita”.

Aku. Kamu. Lumpuh. Redup. Lalu mati. Cuma tinggal gelap yang menyekap.

***

“Rebahkan tangkupmu, lepaskan perlahan..” – 507

aurevoir

4 Tanggapan ke “Aku. Kamu.”


  1. 1 nadya Mei 31, 2009 pukul 9:51 pm

    ra mudeng …
    (maklum lemot)

  2. 2 Cumi cumi Juni 24, 2009 pukul 5:45 pm

    ya ampyuuunnn

    memang the master of the teacher dehhhh

  3. 3 yoe Juli 2, 2009 pukul 4:41 pm

    nice angle … angle of the photo and also angle of the written.. apakabaaaar, masjogjaa….? ^^ gimna baby-nya? ;D


Tinggalkan Balasan