Archive for the 'masjogja' Category

Simpsonize Me

Setelah berlawalata ke blog Bu Guru, saya jadi ingin ikut didandani menjadi karakter The Simpsons juga.

Ternyata caranya gampang, saya hanya perlu bertandang ke situs Simpsonizeme kemudian mengunggah foto yang ingin disulap menjadi karakter kartun satir karya Matt Groening itu. Klik tombol SIMPSONIZEME, dan voila! Jadilah gambar karakter Simpson saya.

Situs Simpsonizeme dilengkapi fitur menarik yang  memungkinkan sampean dapat mengubah dan menambahkan beberapa detil pada karakter Simpson sampean, seperti gaya rambut, gaya berpakaian, detil wajah, kumis dan jenggot, hingga hewan peliharaan. Kostumisasi.

Menurut saya, fitur kostumisasi yang disediakan cukup lengkap (dan menyenangkan). Sampean bisa membuat karakter Simpson sampean menjadi semirip mungkin dengan wajah aslinya. Bagi sampean yang memakai gigi emas, ndak perlu khawatir. Sampean bisa mengubah beberapa gigi menjadi logam mulia pada menu kostumisasi facial anomalies”. Sayang, ndak ada pilihan memakai blangkon” pada menu kostumisasi assesoris.

Nah, inilah gambar saya ketika sakit kuning.. err.. maksud saya, setelah di-Simpson-kan.

Klik gambar untuk memperbesar

Masjogja sakit kuning

Kids, you tried your best and you failed miserably. The lesson is, never try. – Homer Simpson.

Halah, ndak usah dengarkan Homer, si tua absurd dan insensitif itu. Sampean boleh mencobanya kok, tunggu apa lagi? 😀

Lazuardi

Baiklah perempuan lazuardi, kan kujawab senandikamu dengan tetes-tetes embun terakhir pagi hari. Tepat sebelum matahari menggeliat bangkit, menyebarkan kehangatan ke delapan penjuru angin.

Sepuluh fakta tentang saya.

1. Selalu menyimpan baik memoribilia remeh-temeh yang mempunyai memori khusus. Entah sudah berapa memory boxes yang terisi penuh oleh surat-surat (cinta), karcis menonton konser dan bioskop, tiket kereta api dan bus yang disimpan ketika berkeliling pulau Jawa hingga menjelajah dataran Eropa, pas foto dan kartu pos, serta buah tangan dari teman-teman yang hampir terlupa.

Memory boxes are kind of like diaries. You put things in them. Things that means something to you. Going thorugh my memory boxes, I realized I have done a lot in my life. It makes me want to do more..

Sedikit sentimentil? Mungkin..

2. Pernah membeli sebuah perahu kecil untuk menjelajahi sungai-sungai di pedalaman Sumatera, namun hanya sempat memakainya sekali. Perahu itu,  Juntagara, hingga kini masih tertambat di rumah seorang kawan.

3. Dulu selalu menggunakan kata “Entschuldigung” untuk mencontohkan bagaimana mengeja nama saya dengan benar. Namun tetap dipanggil “Mr. Magoo” oleh seorang teman asal Mexico, Adrian. Fiuh!

4. Suatu saat ingin tinggal di lantai 38 sebuah apartemen tinggi di jantung kota metropolis, dengan jendela-jendela besar menghadap ke jalan arteri yang dipadati oleh taksi berwarna kuning; sebuah flat minimalis yang hangat di Rue de Rivoli, Paris, yang hanya berjarak sepelemparan batu dari Musée du Louvre; dan tentu saja, rumah mungil yang nyaman dan hijau di bagian utara Yogyakarta.

5. Nyaris membakar rumah ketika pertama kali bermain korek api pada umur 5 tahun. Lanjutkan membaca ‘Lazuardi’