Posts Tagged 'cemara'

Pelangi

Can you touch a rainbow, hold it in your hand

Would you ride a rainbow, high … (Rainbows, Bou Aliyya)

***

Rinai hujan sore itu baru saja berakhir, digantikan oleh tirai cahaya yang menyusupi celah-celah awan. Wangi tanah basah menentramkan hati siapa saja yang menghidunya. Di balik bukit itu, di antara pucuk-pucuk cemara, muncul sebentuk prisma cahaya warna-warni. Membusur sempurna melukisi kanvas langit, simfoni merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-dan ungu.

Negeri tempat pelangi bermula, di sanalah perempuan serbuk cahaya itu berada. Parasnya seindah rembulan senja. Wangi tubuhnya seharum pandan. Namun, senyumnya tak lagi seteduh telaga. Sayap-sayapnya retak.

Dua belas purnama berlalu sejak lelaki pengejar bintang itu meninggalkannya. Ia masih hampir bisa merasakan kecupan lembut lelaki pengejar bintang itu di keningnya. „Aku takkan lama“, bisik si lelaki di pagi itu, sebelum pergi bersama tetes embun terakhir.

Butir keperakan jatuh berkilat dari sudut mata indah perempuan serbuk cahaya. Selirih angin, ia tersedu.

Perempuan serbuk cahaya itu tak ingin menjadi setegar pohon cemara maupun seindah pelangi, ia hanya ingin bersama lelaki pengejar bintang itu lagi …

:: Illustrasi dipinjam dari Deviantart.